Sabtu, 29 Agustus 2009

Yuk Buat Sendiri DC Stabilizer

Setelah dipostingan sebelumnya dibicarakan booster accu dengan menggunakan rangkaian capacitor (capacitor bank) maka kali ini saya akan bahas DC Stabilizer versi Aktif. Maksudnya menggunakan komponen aktif seperti diode dan transistor. Rangkaian ini sudah digunakan di motor BMW type R80GS oleh designernya. Hanya saja metode regulasinya dengan menggunakan umpan balik ke kumparan medan alternator.

Cara kerja secara sederhana adalah : jika tegangan mencapai preset, maka switching akan off. Rangkaian di atas dihubungkan dengan kumparan medan alternator. Seperti kita ketahui, tegangan alternator sangat tergantung pada putaran engine motor. Selain itu tegangan output akan dipengaruhi oleh besaran arus dari kumparan medan alternator. Rangkaian regulator ini tidak seperti regulator tegangan dc type 3 (three) pin regulator sejenis 78XX. Karena dalam dunia otomotif, regulator didesain mirip dengan fungsi relay.

D(+) dihubungkan dengan kutub positif accu & D(-) dihubungkan dengan kutub negative accu. Fungsinya sebagai sensor terhadap tegangan accu. DF dihubungkan ke kumparan medan alternator. T2 adalah pasangan darlington jenis fast switching Transistor yang akan dilalui arus dari kuprok. Selama tegangan lebih rendah dari preset, D1 tidak menghantarkan tegangan. Sehingga T1 dalam kondisi switching off. Pada kondisi ini T2 dihubungkan ke ground lewat R3, maka T2 akan menghantar. Akibatnya arus yang menuju kumparan medan alternator akan meningkat. Dengan meningkatnya arus medan maka tegangan outputnyapun akan meningkat pula. Demikian sebaliknya jika tegangan meningkat akan membuat D1 menghantar. Dan T2 akan menghantar mendekati tegangan positif. Hal tersebut menyebabkan T2 menutup (switch on) sehingga arus yang menuju kumparan medan alternator akan mengecil. Efeknya tegangan alternator akan turun.

Rangkaian “J” (Jumper), bisa dihubungkan langsung dengan kawat biasa atau menggunakan diode. Seperti kita ketahui, drop tegangan untuk type “Ge” adalah 0,3V sedangkan untuk type “Si” adalah sebesar 0,6V. Harap hati-hati rangkaian tersebut tidak ada pembatas kelebihan arus. Saran dari designer adalah pemasangan resistor 0,18 Ohm diseri dengan T2. Jangan lupa hitung pula disipasi daya pada resistor pembatas arus tersebut. Dan yang terakhir jangan lupa memasang pendingin yang cukup di T2 karena akan dilalui arus yang cukup besar sehingga akan sangat panas. Selain itu harus dilapis dengan spray lapisan plastic agar tidak mudah hubung singkat.

Sekali lagi “Hati-Hati” karena system regulating tegangan berbeda dengan system yang sudah ada. Semua resiko akan kembali kepada anda.

Sumber : Joergs Electronics

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini